Pengalaman Migrasi dan Upgrade Zimbra versi 7.2.x ke Zimbra versi 8.7.x

Posted by

Beberapa hari terakhir, banyak sysadmin email server khususnya Zimbra kelimpungan dengan EoL nya versi Clamav yang digunakan. Mulai dari Zimbra versi 8.0.6 kebawah, email yang dikirimkan ataupun masuk mendapatkan subject prefix tambahan berupa tulisan “**UNCHECKED**”. Penambahan tulisan ini tentunya cukup mengganggu dan tidak enak dilihat ketika dipandang 😀

Untuk mengatasi hal tersebut, team Zimbra sudah mengeluarkan panduan/tahapan untuk melakukan upgrade versi Zimbra atau upgrade versi Clamav-nya saja. Panduan tersebut dapat dilihat pada Wiki Zimbra : https://wiki.zimbra.com/wiki/ClamAV_DB_update_leads_to_**UNCHECKED**_in_all_messages

clamav-trademark

Karena suatu hal tersebut lah, Alhamdulillah ada beberapa request yang masuk pada PT. Excellent Infotama Kreasindo untuk dilakukan pengecekan sekaligus upgrade terhadap sistem Zimbra mereka. Salah satu request datang dari klien existing yang berada di daerah Jakarta Selatan. Klien ini masih menggunakan Zimbra versi 7.2 diatas sistem operasi Ubuntu 10.04. Untuk Zimbra versi terbaru, Ubuntu 10.04 ini sudah tidak disupport lagi alias EoL. Akhirnya skenario migrasi pun diambil agar dapat dilakukan upgrade

Proses migrasi dilakukan dengan cara membuat sistem baru pada environment baru yang kemudian dilakukan proses export data dari sistem lama dan proses import data pada server baru (data hasil dari export server lama). Sistem baru sudah siap dengan Linux Ubuntu 14.04 dan Zimbra versi terbaru. Pada saat proses export dilakukan, sistem lama didapati hang dan harus dilakukan proses restart. Sistem lama di restart dan dapat digunakan kembali. Tidak lama kemudian, server lama mengalami stop services mailbox dan hang kembali. Problem tersebut dapat diatasi secara temporer dengan restart services yang mati dan dengan terpaksa direstart apabila didapati hang kembali.

Proses export tentunya menjadi terganggu dengan matinya services dan hang-nya sistem lama. Skenario kedua diambil dengan cara dilakukan proses penyalinan data via rsync. Ndilalahnya, Ubuntu versi 14.04 belum disupport Zimbra versi 7.2.x pada saat itu (belum release). Alhasil, dicarilah versi Linux yang support Zimbra versi 7.2.x dan Zimbra versi terbaru. Linux yang disupport untuk kedua versi tersebut, jatuh pada Linux CentOS versi 6. Sistem yang sudah diinstall Ubuntu 14.04 dan sudah terinstall Zimbra versi terbaru, dengan terpaksa di re-install dengan Linux CentOS 6.8 yang menjadi pilihan.

Skenario kedua ini sebenarnya pernah saya tulis juga pada artikel sebelumnya yang berjudul “Tips Migrasi Zimbra dari Sistem Operasi Lain ke Ubuntu via Rsync”.  Namun untuk case klien ini, justru kebalikannya. Yaitu dari Ubuntu versi 10.04 ke CentOS 6.8 😀

Skenario kedua ini jika diurutkan kurang lebih seperti berikut :

– Install server baru dengan CentOS 6.x yang support Zimbra versi 7.2.x dan Zimbra 8.7.x

– Persiapan instalasi Zimbra pada CentOS 6.x sesuai dengan panduan pada link berikut : https://imanudin.net/2015/03/13/how-to-install-zimbra-8-6-on-centos-6-part-1/

– Lakukan proses penyalinan data via Rsync dari server lama ke server baru sesuai dengan petunjuk pada link berikut : “Tips Migrasi Zimbra dari Sistem Operasi Lain ke Ubuntu via Rsync”

– Setelah selesai penyalinan data dari server lama ke server baru, pastikan Zimbra pada sistem baru dapat berjalan sebagaimana mestinya

– Setelah sistem dapat berjalan di server baru, baru dilakukan proses upgrade pada sistem baru dengan Zimbra versi terbaru

– Setelah sukses diupgrade, lakukan proses full backup via Rsync kembali pasca upgrade

– Bagaimana dengan sisa mailbox yang belum tersalin? sisa mailbox dapat disalin by scripting : https://imanudin.net/2015/01/24/zimbra-tips-how-to-backup-mailbox-daily-weekly-and-monthly/

Alhamdulillah proses migrasi dan upgrade Zimbra dari versi 7.2 yang berjalan pada sistem Ubuntu 10.04 ke Zimbra versi 8.7 pada CentOS 6.8 berjalan dengan lancar. Kendala yang dihadapi pada saat proses upgrade adalah pastikan UID dan GID pada sistem baru sama dengan UID dan GID pada sistem lama. Catatan UID dan GID juga sudah di tulis dan agar menjadi perhatian ketika hendak migrasi via Rsync 😉

Saat tulisan ini dibuat, Zimbra terbaru versi 8.7 pada klien tersebut sudah berjalan selama 3 hari. Pengalaman ini ditulis semata mata sebagai catatan pengingat bagi penulis jika suatu saat melakukan hal yang serupa 😉

Jika pembaca merupakan sysadmin email server khususnya Zimbra dan butuh professional services untuk proses upgrade, silakan hubungi Team Sales Excellent via form kontak : https://www.excellent.co.id/kontak/ 😉

6 comments

  1. Setelah berhasil migrasi dari 7.1 ke 8.7.1 permasalahan adalah client Thunderbirs atau autlock tidak dapat kirim dengan SASAL atau SSL/TLS options…adakah solusi nya

  2. Dear Kang Ahmad,

    Apakah langkah diatas juga bisa diterapkan untuk melakukan migrasi zimbra 7.x (ubuntu 10.04) ke 8.7 (ubuntu 14.04) ya. Terimakasih sebelumnya.

    1. Hi kang Abel,

      Tentu bisa kang. Yang penting di server baru harus diinstall terlebih dahulu Zimbra yang sama persis dengan server yang sedang berjalan. Jika Ubuntu 14.04 belum support Zimbra 7.x, tentu tidak bisa kang. Solusinya adalah cari OS yang sudah support 7.x. Salah satunya adalah CentOS 6.x

  3. mas iman, saat ini saya sedang membuat mail server baru ditempat saya bekerja. saya menggunakan zimbra versi 8.7 dan berjalan diatas centos 7.64. yang mau saya tanyakan apakah saya harus install clamav? sedangkan kalau saya check di status zimbra untuk antivirus nya sudah checklist
    rgds

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.