Membaca Buku Excellent Insight dan Motivasinya

Posted by

Saya sudah selesai membaca buku Excellent Insight. Kira-kira 2 atau 3 hari yang lalu. Buku ini dibuat oleh Excellent Publisher. Ditulis oleh pak Vavai selaku boss saya. Buku ini memiliki 61 bab. Berisi tentang pengalaman hidup dari penulis (pak Vavai). Sebagian dari isi buku ini pernah dipublish pada link berikut : insght.vavai.com. Sebagian lagi tulisannya baru.

Tidak biasanya saya bisa menyelesaikan membaca buku. Apalagi buku yang lumayan tebel. Bawaannya males duluan. Saya pernah membeli buku belajar bahasa Inggris. Bonus CD audio. Audio nya berisi tentang bagaimana melapalkan huruf-huruf dalam bahasa Inggris. Isinya ada 32 session kalo tidak salah. Saya hanya baca dan dengar audionya 4-5 session saja. Yang didengar cukup serius. Belinya sudah cukup lama. Waktu operasional Excellent masih di markas DJ. Kira-kira 4 tahun yang lalu. Hingga sekarang, buku itu belum saya lanjutkan baca lagi. Apalagi tamat. Padahal, secara lembar lebih sedikit dibandingkan buku Excellent insight ini 😀

Tapi buku itu baru saya buka lagi hari ini. Untuk memastikan ketebalan dan berapa lembarnya 😀 . Ternyata benar, total lembarannya lebih sedikit dari buku Excellent Insight 😀

Kembali ke buku Excellent Insight. Buku ini sudah terbit versi ebooknya. Bisa dilihat disini : http://bit.ly/ebookexcellentinsight. Sudah terbit juga versi cetaknya. Buku-buku yang lain juga ada. Bisa lihat disini detailnya : https://imanudin.com/books-publishing/. ketika buku ini baru datang dari percetakan, pak boss segera membuka kardus yang berisi buku Excellent Insight. Ingin segera melihat hasilnya. Hasil cetakannya. Ternyata cukup bagus. Segeralah pak boss info pada seluruh team yang sedang fokus bekerja. Kelihatannya 🙂

Pak boss bilang. “Siapa yang mau baca duluan buku Excellent Insight?” . Kurang lebih seperti itu kata-katanya. Dari semua team yang ada, tidak ada satupun yang “mengangkat tangan” atau berkata “saya”. Yang ada hanya celetukan. “Tapi dihitung lembur ya boss”. Sontak seluruh team tertawa 😀 . Seingat saya sih gitu 😀 . Dasar emang team Excellent. Pada kurang ajar sama boss nya 😀 . Apa-apa dijadiin lemburan. Wkwkwkwk. Maafin ya boss 😀

Hari itu saya tidak bawa bukunya. Beberapa hari setelahnya, saya baru tanya-tanya sama team. “Dimana buku Excellent Insight yang sudah dibuka plastiknya?”. Mau coba saya baca. Sepulangnya dari kuliah. Siapa tahu jadi obat tidur untuk saya. Bacanya sambil tiduran. Pengalaman yang sudah-sudah, kalo baca buku biasanya jadi ngantuk. Engga sampe 5 menit rasa ngantuk datang. Terus tidur dah 😀 . Tapi saya berikan target agar buku ini selesai selama 12 hari. Setiap hari, saya target selesai membaca 5 bab. Setiap bab paling hanya 2 lembar saja. Banyaknya lembaran per-bab ini juga yang sepertinya membuat saya agak bersemangat untuk membacanya. Motivasinya, ingin cepat selesai membaca dan ganti ke bab yang baru. Setelah masuk ke bagian akhir dari bab, rasanya ada kepuasan tersendiri. “Ternyata saya sudah baca cukup jauh dan sebentar lagi masuk ke bab baru.” Padahal mah baca dari awal sampe akhir hanya beda 1-2 lembar saja. Wkwkwkwk

Target selesai membaca selama 12 hari meleset. Kenyataannya, saya sering tidak baca selama 2-3 hari. Baru buka dan baca lagi setelah 2-3 hari. Ya begitulah. Kadang semangat kadang tidak 😀 . Ketika membaca tersebut, muncul motivasi dari dalam diri untuk mengikuti saran-saran yang diberikan. Misalnya untuk menambah penghasilan diluar dari penghasilan gaji setiap bulan. Saya coba pikir-pikir apa kira-kira yang bisa saya jual atau kerjakan untuk menambah penghasilan. Lama berfikir, ternyata hal tersebut sudah saya lakukan dan sudah berjalan. Yaitu dengan mengajar training di hari Sabtu dan Minggu. Di Excellent. Fee mengajar training memang terpisah dari gaji bulanan.

Saran lain yang coba saya ikuti adalah menabung sebesar 50% dari pendapatan setiap bulan. Saran ini sudah saya lakukan bulan ini. Ketika sudah mendapat transferan gaji akhir bulan Oktober kemarin. Sisanya, saya gunakan untuk kebutuhan essential. Toh saya masih istiqomah hingga saat ini. Masih sendiri dan belum beristri. Jadi belum ada pengeluaran itu dan ini 😀

Saran tersebut sebenarnya agar bisa menabung dan melunasi hutang-hutang yang ada. Begitu kira-kira yang ditulis di buku Excellent Insight. Dimana pak boss memiliki cicilan rumah sebesar 2.5 juta setiap bulannya. Gaji yang diterima beliau, harus dipotong untuk cicilan rumah dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti biaya bulanan, susu anak, biaya bensin dan biaya-biaya yang lainnya. Pengeluaran tadi dipotong/dipangkas hingga 50% bahkan lebih agar hutang segera lunas. Cerita tersebut ketika pak boss masih bekerja di Tanjung Priok. Alhamdulillah, saya sendiri Insya Allah belum punya hutang. Jadi bisa menabung 50% nya dari pendapatan bulanan.

Ngomongin tabungan, ternyata saya pernah punya resolusi tabungan yang saya tulis disini : https://imanudin.com/2014/02/18/resolusi-dan-harapan-pada-tahun-2014/. Beberapa point resolusi tersebut Alhamdulillah sudah bisa saya coret dari list. Maksudnya adalah sudah tercapai 🙂

Sumber gambar : Google

Bacaan insight lain yang kepikiran oleh saya adalah perihal Umroh orang tua. Dibuku tersebut pak boss bercerita bahwa beliau dan saudara-saudaranya (adik-kaka) berembug untuk memberangkatkan umroh orang tuanya. Yang sudah terealisasi beberapa tahun lalu. 3 orang yang berangkat. Kedua orang tua pak boss dan kakak pak boss. Kakak pak boss ini bertugas juga untuk menjaga kedua orang tua. Ketika di biro perjalanan umroh, pak Komisaris “Marsan Susanto” yang merupakan adik pak boss mengirim pesan ke pak boss. Isinya kira-kira seperti ini. “Terlihat kebahagiaan diwajah orang tua kita saat mendaftar berangkat umroh. Jangan kecewakan orang tua, jangan sampai batal”. Ketika membaca itu, saya seperti terbawa suasana. Merasakan perasaan bahagia dari orang tua pak boss. Juga perasaan bahagia dari pak boss dan keluarga. Terlintas begitu saja.

Sempat saya keluar air mata. Sedikit. Kemudian ingat orang tua dikampung. Ingin rasanya saya juga membahagiakan kedua orang tua saya. Dengan memberangkatkan mereka Umroh juga. Juga berangkat Haji. Saya coba berimajinasi. Melihat senyum bahagia kedua orang tua saya. Kena lagi suasana perasaannya. Masuk dalam hati. Keluar lagi air mata. Sedikit. Aaaah, saya coba obrolkan nanti. Kepada kedua orang tua saya. Untuk daftar Umroh atau Haji. Ketika saya pulang nanti. Yang rencananya minggu ini. Setelah selesai UTS. Namun sepertinya tidak jadi. Karena sudah ada janji. Jadwal training yang sudah menanti. Di minggu ini. Yang sudah dijadwalkan jauh-jau hari.

Saya lanjut lagi baca hingga selesai bab umroh orang tua. Sayangnya tidak ada detail biaya yang dibutuhkan. Untuk biaya ini dan itu. Hanya biaya kurang lebih 90 juta. Untuk daftar 3 orang di biro perjalanan. Detail rincian biaya ini cukup penting bagi saya. Untuk menghitung budget yang dibutuhkan. Dari pendaftaran hingga persiapan. Begitu juga dengan persyaratan-persyaratannya. Kira-kira berapa lagi kekurangan biaya yang dibutuhkan. Dari uang tabungan yang sudah saya kumpulkan.

Selain itu, pak boss juga pernah info bahwa beliau sudah mendaftar haji. Beserta keluarga. Saya coba cari tulisan pengalaman pendaftaran haji ini. Di blog vavai.com. Hasilnya nihil. Tidak saya temukan. Mungkin belum ditulis. Saya butuh informasi tersebut. Sebagai gambaran awal. Mudah-mudahan pak boss segera menulisnya. Secara detail perihal pengalamannya mendaftar umroh dan haji. persyaratan-persyaratan dan budgetnya. Di blognya 🙂

Itulah beberapa isi dari buku Excellent insight. Yang coba saya ceritakan pada tulisan ini. Pengalaman setelah membacanya. Dan coba realisasikan saran-sarannya. Meskipun sebagian isinya sudah sering saya dengar ketika briefing pagi. Namun tetap asyik ketika dibaca lagi. Semoga semua harapan dan keinginan kita tercapai. Dengan cara dan hasil yang baik. Aamiin

Jika tertarik dengan bukunya, silakan lihat detailnya disini : https://imanudin.com/books-publishing/

One comment

  1. Thanks bang, untuk pengalaman detail soal umroh maupun soal haji insya Allah saya tuliskan. Dulu hendak saya tuliskan namun saya ragu karena khawatir ada kesan kurang pas bagi yang membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.