Instalasi sistem operasi diatas Virtual Machine Server sudah banyak kita jumpai. Instalasi ini bisa bersifat untuk production server ataupun hanya sekedar untuk uji coba/testing. Salah satu server Virtual yang sering digunakan untuk testing antara lain adalah VirtualBox, VMware Workstation dan yang lainnya. Dan server virtual yang bertindak sebagai host yang sering digunakan untuk production server diantaranya adalah VMware, Citrix Xen dan Proxmox.

Dirumah, saya memiliki server kecil-kecilan sebagai lab untuk melakukan simulasi sistem server dan menggunakan VMware ESXi sebagai sistem operasinya. Diatas VMware ESXi tersebut saya dapat melakukan instalasi sistem Linux dan mencoba beberapa aplikasi yang diinstall diatasnya.

Baru baru ini, Proxmox VE sudah merilis Proxmox versi terbaru. Yaitu versi 3.4. Tentu saja dengan rilis-nya versi terbaru tersebut, saya coba download dan melakukan simulasi/testing feature apa saja yang terdapat pada versi tersebut. Dikarenakan Proxmox ini bersifat baremetal sama seperti VMware dan harus memiliki kemampuan Virtualization Technology apabila hendak menggunakan KVM, tentu saja saya harus install Proxmox tersebut secara langsung pada PC saya. Jika saya install, maka semua data virtual machine yang ada pada VMware akan terhapus, sedangkan saya tidak ingin menghilangkan VMware. Disatu sisi juga saya tidak memiliki harddisk yang lain untuk menginstall Proxmox tersebut. Akhirnya saya coba install Proxmox tersebut sebagai VM pada VMware ESXi. Hal tersebut sering disebut sebagai nested (Virtual diatas Virtual).

Proxmox VE telah selesai diinstall dan saya coba akses via Proxmox Web Admin dan membuat VM dengan type KVM. Namun setelah VM tersebut selesai dibuat dan dijalankan, saya mendapatkan error dengan pesan seperti berikut :

TASK ERROR: No accelerator found!

Error tersebut dikarenakan saya tidak memiliki hardware virtualization seperti Intel VT/AMD-V yang terbaca oleh Proxmox dan Proxmox hanya dapat menjalankan OpenVZ. Agar Proxmox memiliki kemampuan Intel VT/AMD-V, kita harus mengaktifkan feature tersebut. Berikut adalah langkah-langkah yang saya lakukan.

  • Shutdown VM Proxmox yang berada pada VMware ESXi
  • Pilih VM Proxmox | Summary | Klik kanan pada datastore yang digunakan dan pilih Browse Datastore

proxmox-datastore-browse

  • Pilih folder VM Proxmox dan download file dengan ektension vmx. Simpan file tersebut. Misalnya pada folder Desktop

proxmox-download-vmx

  • Buka file ektension vmx tersebut menggunakan aplikasi Wordpad (jangan menggunakan Notepad)
  • Tambahkan baris berikut pada baris paling bawah
vhv.enable = "TRUE"
  • Simpan dan upload kembali file tersebut pada folder VM Proxmox
  • Jalankan kembali VM Proxmox dan jalankan perintah berikut pada Proxmox untuk mengecek apakah sudah memiliki kemampuan hardware virtualization atau tidak
egrep -c '(vmx|svm)' /proc/cpuinfo

Jika dari perintah tersebut muncul angka selain nol (0), maka Proxmox tersebut sudah memiliki kemampuan Virtualization Technologi meskipun diatas VMware ESXi. Sebaliknya, jika yang muncul adalah angka nol (0), maka Proxmox tersebut belum memiliki kemampuan Virtualization Technologi.

Akhirnya saya dapat melakukan simulasi penggunaan Proxmox full KVM meskipun diatas VMware ESXi. Cara tersebut dirasa cukup apabila hanya sebatas simulasi.

Silakan dicoba dan semoga bermanfaat 😀