Pada tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan bagaimana perjalanan silaturahmi yang dilakukan ke 1 Kabupaten, 3 Kota dan 3 Provinsi dalam 1 hari. Perjalanan menggunakan mobil ke lokasi tujuan bisa dibilang tanpa masalah/mulus untuk sampai ketujuan. Namun, pada saat saya beserta keluarga pulang dari Sukabumi, tiba-tiba AC pada mobil tidak terasa dingin dan mengakibatkan embun yang banyak yang menutupi kaca mobil depan. Selain itu, suhu pada indikator mobilpun menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan dan hampir menyentuh full.

Mengetahui hal itu, sang sopir langsung menuju samping/pinggir jalan dan segera mematikan mobil. Kap mobilpun dibuka dan voila apa yang terjadi? ternyata air radiator mendidih dengan suhu yang bisa dibilang tinggi. Akhirnya sopir pun panik dan segera mencari lap dan air untuk membuka tempat air radiator. Ternyata air radiator habis sehingga mengakibatkan indikator suhu yang ada pada mobil menjadi naik.

Waktu itu jam menunjukkan kurang lebih pukul 06 sore/maghrib. Untuk menambahkan air pada tempat radiator, kami meminta bantuan warga sekitar untuk meminta seember air untuk dimasukkan pada tempat air radiator. Kami menunggu kurang lebih selama 30 menit untuk mendinginkan terlebih dahulu radiator mobil tersebut. Akhirnya radiator dingin dan sang sopir mencoba untuk menghidupkan mobil dan melihat indikator suhu yang terdapat pada mobil. Alhamdulillah suhu pada indikator menunjukkan suhu normal dan kami-pun memulai kembali perjalanan pulang ke Bekasi.

Gambar diambil dari : http://goo.gl/yoXSN6

Gambar diambil dari : http://goo.gl/yoXSN6

Waktu itu posisi saya duduk disebelah sopir dan tidak lama setelah mobil berjalan, saya melihat tiba-tiba indikator suhu pada mobil naik kembali. Akhirnya kami kembali berhenti di SPBU terdekat untuk mengecek kembali masalah yang terjadi. Sang sopir mulai kebingungan perihal apa yang terjadi pada mobil tersebut dan menelpon bengkel yang biasa dijumpai dikampung. Beberapa hal-pun dilakukan sesuai dengan intruksi dari bengkel tersebut namun belum membuahkan hasil.

Alhamdulillah ada orang yang sedang mengisi bahan bakar di SPBU tempat kami berhenti dan menghampiri kami. Orang tersebut sepertinya sudah tahu apa yang kami alami dan mencoba membantu. Ternyata air radiator yang ada mengalami masuk angin sehingga ketika kami memasukkan air pada tempat radiator, hanya sedikit air yang masuk (sepertinya tertahan oleh angin yang ada didalamnya). Adapun solusi yang diberikan oleh orang tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Posisi mobil dalam keadaan menyala
  2. Masukkan air terus menerus pada tempat radiator sampai penuh
  3. Injak pedal gas secara ringan dan perhatikan tempat air radiator
  4. Air yang ada pada radiator, perlahan menyembur/keluar kembali beserta busa berwarna putih (hal tersebut mengindikasikan bahwa tempat radiator mengalami masuk angin)
  5. Lakukan intruksi no 2 dan 3 sampai benar-benar tidak ada lagi air yang menyembur/keluar beserta busa dari tempat radiator
  6. Jika tidak ada lagi busa yang keluar, berarti tempat radiator sudah sembuh dari masuk angin (hehehe, kirain orang aja bisa masuk angin).
Gambar diambil dari : http://goo.gl/fETN2T

Gambar diambil dari : http://goo.gl/fETN2T

Alhamdulillah, setelah mengikuti intruksi orang tersebut, mobil yang kami tumpangi pun kembali normal dan kami dapat melanjutkan kembali perjalanan pulang menuju Bekasi. Alhamdulillah akhirnya kami sampai ke Bekasi kurang lebih jam 11 malam dan mobil-pun tidak mengalami hal yang sama kembali ketika perjalanan pulang.

Kami ucapkan terima kasih pada orang yang telah membantu kami perihal penanganan radiator mobil yang masuk angin. Mudah-mudahan Allah menambahkan ilmu-nya, dimudahkan rezekinya untuk orang tersebut dan saya juga tulis pengalaman saya ini yang mudah-mudahan dapat membantu orang yang mengalami hal yang sama.

Semoga bermanfaat 😀