Pengalaman Pertama ke Luar Negeri

Posted by

Setelah sebelumnya saya membayangkan bagaimana kira-kira perjalanan saya ke Malaysia, akhirnya hari itu tiba juga. Tanggal 24 Maret 2019. Hari Minggu. Cukup deg-degan dan hampir “tidak bisa tidur” sih. Meskipun akhirnya tertidur, suasana pengecekan imigrasi jadi terbawa mimpi 🙂

Hari Minggu 24 Maret 2019 saya berangkat dari Bekasi ke Bandara Soeta. Dari rencana berangkat pukul 8 pagi, jadinya berangkat pukul 9 pagi 😀 . Ngapain aja sebelum jam 9 pagi? tentunya saya harus isi energi (sarapan) dan melakukan rutinitas tiap pagi. Yaitu memenuhi panggilan alam 😀 . Saya masih sempat ngopi dan kemudian mandi. Setelah mandi, melakukan pengecekan sekali lagi dokumen yang harus dibawa. Khususnya paspor dan KTP. Dokumen tersebut saya simpan pada tas slempang kecil. Milik Fajar Mukharom yang saya pinjam. Ngapain beli kalo bisa minjem 😀 . Sebenarnya saya mau beli. Tapi lihat saldo di rekening dan uang cash yang disimpan, saya urungkan dulu niat itu. Khawatir ndak cukup ketika diperjalanan 🙂

Saya naik bis DAMRI dari Kemang Pratama. Bis ini selalu berangkat sesuai jadwal. Setiap 1 jam sekali. Perjalanan pertama dimulai dari jam 4 pagi dan akan jalan lagi jam 5, 6, 7 dan seterusnya. Saya naik yang perjalanan jam 9 pagi. Penumpangnya hanya saya dan satu penumpang bule. Lalu lintas dari Bekasi ke Bandara pun lengang lancar. Jadi bisa sampai Bandara sekitar jam 10 lebih. Kebetulan saya turun di Terminal 2F.

Saya sempat bingung ketika sampai. Karena tulisannya keberangkatan domestik. Sedangkan saya hendak ke luar negeri. Akhirnya coba masuk dan mondar-mandir sana sini untuk cek keberangkatan. Buntu. Tidak ketemu tulisan keberangkatan internasional. Saya coba telp Fajar dan menanyakan dimana gate untuk keberangkatan ke luar negeri? dan Fajar menjawab lupa. Walaaah. Lalu Fajar menyarankan saya untuk tanya ke petugas. Iya juga ya. Kenapa saya repot-repot telp Fajar. Wkwkwk. Maklum lah. Namanya juga first time 🙂

Saya coba tanya petugas dan diarahkan ke gate 5. Masuk ke counter check-in untuk memberikan bawaan bagasi dan cetak boarding pass. Lalu ke tempat pengecekan imigrasi dengan melihat informasi yang terpampang diatas.

Ketika sesampainya di pengecekan imigrasi, saya coba perhatikan orang-orang bagaimana caranya melewati imigrasi 🙂 . Ternyata cukup berikan boarding pass dan paspor. Saya coba mengekor dibelakang orang tersebut dan tibalah giliran saya. Ketika paspor diberikan, petugas imigrasi bilang bahwa untuk paspor Indonesia di counter sebelah. Ini counter untuk foreigner. Waalaaah. Ternyata saya salah masuk antrian. Padahal sebelum antri, saya sudah lihat layar diatas ada tulisan foreigner. Yang artinya saya sudah tahu. Yaitu orang asing. Tapi karena gugup dan baru pertama kali dan ditambah counter yang ada tulisan Indonesia agak pojok, jadi saya ngekor dibelakang orang lain ?.

Pengecekan di imigrasi ternyata tidak lama. Hanya ditanya berapa lama di Malaysia dan apakah sudah ada tiket pulang. Saya jawab 6 hari dan tiket pulang sudah dipesan. Paspor dicap dan selesai.

Saya lanjut ke gate keberangkatan pesawat yang saya naiki dan duduk menunggu waktunya masuk. Didalam, ternyata cukup ramai. Ada banyak jamaah umroh. Semakin lama semakin banyak jamaah yang baru datang. Saya jadi teringat orang tua dikampung. Ketika tiba waktunya nanti untuk ke tanah suci, kira-kira seperti itu kondisi rombongan jamaah. Pasti ada kebingungan dan canggung. Sama seperti pertama kali saya naik pesawat 😀

Pesawat sudah tiba dan penumpang masuk ke dalam pesawat. Didalam pesawat, saya berpikir kira-kira gimana cara menawarkan makan ke penumpang yang duduk disebelah. Menggunakan bahasa Inggris. Khawatirnya orang disebelah tidak mengerti bahasa Indonesia. Kebetulan, saya ada pesan nasi lemak sebagai tambahan ketika memesan tiket. Meskipun tawaran tersebut sebenarnya hanya basa-basi. Namun menawarkan makanan pada orang disebelah ketika hendak makan merupakan salah satu bentuk kesopanan budaya timur. Khususnya Indonesia 😀 . Pada akhirnya, ketika nasi lemak itu datang, saya menawarkan menggunakan bahasa tubuh dan bahasa Indonesia ?

Pesawat sudah landing di negara tujuan. Yaitu Malaysia. Seperti biasa, saya coba ikuti kebanyakan orang. Kemana arah mereka berjalan menuju pengecekan imigrasi. Tentu sambil melihat papan informasi yang ada. Tiba di pengecekan imigrasi, saya masuk ke antrian foreigner. Kali ini tidak salah antri. Karena posisi saya sebagai foreigner di Malaysia. Berbeda ketika di Bandara Soeta 😀

Saya coba perhatikan gerak-gerik orang yang sedang dicek oleh petugas imigrasi. Pertama, mereka diarahkan untuk diphoto. Kedua, mereka menempelkan jari telunjuk (kiri dan kanan) pada alat yang sudah disediakan. Sayangnya, percakapan yang dilakukan antara petugas dengan foreigner kurang jelas.

Tiba giliran saya diperiksa. Arahannya sama. Diphoto dan menempelkan jari telunjuk pada alat finger print. Masuk pada bagian percakapan dengan petugas, saya ditanya “ada keperluan apa disini? dari mana? tinggal dimana? berapa lama?” dengan bahasa dan logat Melayu. Ada sebagian pertanyaannya yang jelas dan ada sebagian yang kurang jelas. Saya jelaskan bahwa keperluannya untuk study. Petugas bertanya lagi. “Study apa?” . Namun yang saya dengar adalah “darimana?” alhasil saya jawab “dari Jakarta, Indonesia”. Lalu petugas bilang dengan nada seperti “agak sewot”. “Iyaaa, saya tahu. Kamu disini study apa”.  Walaaah, ternyata pertanyaannya study apa toh ?.  Langsung saya jawab “study IT pak”. Kemudian paspor saya di cap dan diperbolehkan lewat. Mungkin petugas berpikir, kalo nanya yang lain lagi, jawabannya sering ngga nyambung ?

Setelah pemeriksaan imigrasi, saya ke tempat pengambilan bagasi untuk mengambil koper. Kemudian melewati pemeriksaan customs dan mencari tempat pengambilan simcard yang sudah dipesan sebelumnya. Tidak lama kemudian, ketemu dengan orang yang jemput di Bandara. Kebetulan tujuan saya ke Malaysia untuk sertifikasi Zimbra. Sudah termasuk layanan antar jemput Bandara. Saya diantar ke hotel didaerah Puchong lalu diantar ke Twin Tower Kuala Lumpur untuk bertemu dengan pak boss Vavai yang sudah duluan berangkat ke Malaysia dan menunggu di Twin Tower.

Berikut beberapa photo yang diambil ketika di Kuala Lumpur

Ketemu setan di parkiran 😀
Ketemu pak boss Vavai 😀
Photo twin tower
Photo bersama
Photo kolam renang dan twin tower dari atas apartemen Platinum

Setelah bertemu pak boss Vavai dan keluarga, lanjut makan nasi kandar dan melihat-lihat apartemen Platinum tempat pak boss beristirahat bersama keluarga. Setelah cukup berbincang-bincang, saya pun pamit dan memesan grab untuk kembali ke hotel di daerah Puchong. Siap-siap istirahat untuk besok Senin training sertifikasi Zimbra.

Itulah pengalaman hari pertama saya ke Malaysia. Yang pertama kalinya ke luar negeri. Yang sangat gugup dan banyak pelajaran 🙂

4 comments

  1. Selamat belajar dan bertraveling ke negri Jiran pak Ahmad, semoga perjalanannya berkesan. Salam buat pak Vavai.

    Salam,
    Horas Sml.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.