Keep It Simple Stupid (KISS) : Teknologi Tepat Guna (Sabun dan Kipas Angin)

Posted by

Semenjak PT. Excellent pindah kantor operasional efektif perawal tahun 2015 yang tadinya di markas Excellent DJ ke markas Excellent ES, setiap pagi seluruh team Excellent hampir melakukan briefing untuk melakukan beberapa review pekerjaan. Entah itu pekerjaan yang sebelumnya atau pekerjaan yang akan datang. Pak boss yang hampir selalu bertindak sebagai moderator memberikan beberapa cerita atau psikologi tentang sesuatu atau keadaan yang seharusnya. Sebagai contoh, jika suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan peralatan yang seadanya, kenapa harus ribut/riweuh dan mencari/menggunakan peralatan yang canggih. Jika kita dapat menciptakan suatu aplikasi yang simple, berguna, bermanfaat dan mudah mengoperasikannya, tidak perlu kita membuat aplikasi yang tampilannya wah, terdapat efek/animasi ini itu namun tidak tepat guna dan malah bikin puyeung.

Berikut ada sepenggal cerita yang disampaikan oleh pak boss perihal sabun dan kipas angin disela-sela briefing pagi.

Ada sebuah perusahaan sabun mendapat komplain oleh salah satu customer/klien karena setiap kali menerima sabun yang dipesan, terdapat beberapa bungkus sabun yang tidak ada isinya. Tentu saja ini menjadi masalah bagi perusahaan sabun tersebut karena banyaknya bungkus sabun yang kosong. Selain itu, jumlah produksi sabun yang banyak sulit membedakan mana bungkus sabun yang terdapat sabun dan mana yang masih kosongan. Untuk menanggulangi problem tersebut, perusahaan sabun tersebut memanggil beberapa perusahaan/konsultan lain untuk mencarikan solusi perihal masalah bungkus sabun yang kosong tersebut. Datanglah beberapa perusahaan/konsultan yang sudah siap mendemokan beberapa cara untuk menangani masalah perusahaan sabun tersebut.

Keep it Simple

Perusahaan pertama memiliki solusi dengan menggunakan teknologi sensor. Setiap hasil dari produksi sabun yang telah dikemas akan melewati mesin sensor tersebut. Jika ternyata bungkus sabun tersebut terdapat sabun, maka sabun tersebut lolos sensor. Namun jika bungkus sabun tersebut ternyata kosong, maka mesin sensor tersebut akan otomatis membuang/menyingkirkan bungkus sabun tersebut. Tentu ini solusi yang diinginkan oleh perusahaan sabun tersebut. Namun secara teknologi dan lamanya riset yang dilakukan, mesin ini cukup mahal dan perusahaan sabun tersebut juga masih mikir-mikir untuk membelinya (baca : belum cukup modal)

Perusahaan kedua memiliki solusi dengan menggunakan teknologi menghitung/mengecek berat benda. Setiap hasil dari produksi sabun yang telah dikemas akan melewati mesin pengecek berat benda tersebut. Jika ternyata bungkus sabun tersebut terdapat sabun, maka sabun tersebut lolos uji berat benda/memiliki berat. Namun jika bungkus sabun tersebut ternyata kosong, maka mesin pengecek berat benda tersebut akan otomatis membuang/menyingkirkan bungkus sabun tersebut. Tentu ini juga solusi yang diinginkan oleh perusahaan sabun tersebut. Secara teknologi memang hampir sama dengan perusahaan pertama, namun dengan metode yang berbeda. Mesin pengecek berat ini juga ternyata cukup mahal. Hampir sama dengan mesin sensor yang dimiliki oleh perusahaan pertama dan perusahaan sabun tersebut juga masih mempertimbangkan untuk membelinya.

Perusahaan ketiga bisa dibilang perusahaan kecil dan belum memiliki cukup modal untuk melakukan riset seperti riset yang telah dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Namun perusahaan ketiga ini memiliki solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh perusahaa sabun tersebut dan tidak memerlukan biaya yang cukup mahal. Perusahaan ketiga ini menggunakan kipas angin sebagai solusi untuk memisahkan bungkus sabun mana yang terdapat isinya dan mana yang tidak. Caranya adalah cukup dengan menyalakan kipas angin disetiap mesin berjalan yang membawa sabun yang telah dikemas. Jika bungkus sabun tersebut terdapat isinya, maka tentu saja memiliki berat dan tidak akan terbawa angin. Namun apabila bungkus sabun yang melewati kipas angin tersebut tidak ada isinya, logikanya adalah bungkus tersebut tidak memiliki cukup berat sehingga akan tertiup angin ketika melewati kipas angin.

kiss-albert enstein

Keep It Simple Stupid (KISS). Itulah apa yang dilakukan oleh perusahaan ketiga. Dengan menggunakan peralatan yang seadanya (tidak terlalu canggih) dapat menjadi salah satu solusi untuk masalah yang dihadapi oleh perusahaan sabun tersebut dan tepat guna. Memang cara tersebut bodoh, tapi sesuai dan tepat guna. Alhasil perusahaan sabun tersebut dapat mengambil solusi yang ditawarkan oleh perusahaan ketiga dengan modal yang tidak terlalu besar.

Pelajaran yang dapat diambil dari cerita diatas adalah make it simple. Lakukan hal yang simple dan mudah, tapi sesuai dengan yang diharapkan dan tepat guna. Tidak perlu kita membuat aplikasi dengan efek animasi yang wah, ini itu tapi tidak berguna.

Jika begitu, kita tidak perlu mengikuti teknologi dong dan menggantikan cara tradisional yang sudah ada? bukan begitu juga, tapi lebih kesisi bagaimana membuat sesuatu dan pemecahan masalah dengan peralatan yang seadanya dan tepat guna. Jika memang kita memiliki cukup modal/uang untuk menggunakan teknologi tersebut, why not 😀

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.