Training Zimbra di Malaysia

Posted by

Alhamdulillah pada akhir Maret 2019 kemarin saya mendapatkan kehormatan untuk belajar di Zimbra training partner. Kesempatan tersebut diberikan oleh pak boss Vavai kepada saya. Sebenarnya, kesempatan tersebut sudah ditawarkan dari tahun sebelumnya. Saya disuruh contact partner Zimbra training di Hongkong. Namun tidak ada jawaban ataupun balasan email. Untungnya tidak ada jawaban. Coba kalo ada. Belum tentu saya mau mengambilnya juga. Apalagi belajarnya bukan pakai bahasa. Melainkan full english. Saya tahu kemampuan bahasa Inggris saya. Mungkin seperdelapan fluent πŸ˜€ . Perasaan “ngeper” atau “was was” selalu ada. Sayapun membiarkan hingga wacana training diluar negeri tersebut tidak dibahas lagi. Jangan sampai si boss ingat lagi. Yang mengakibatkan saya “ngeper” lagi πŸ˜€

Beberapa bulan berlalu dan akhirnya tahun berganti. Di awal tahun 2019 ini, training sertifikasi Zimbra untuk engineer digaungkan lagi. Harus ada team yang sudah sertifikasi resmi. Kali ini, saya tidak harus mencari tempatnya lagi. Sudah ada asisten pribadi pak boss yang disuruh cari. Saya tinggal menunggu laporan dan memilih paket yang ditawarkan.

Tempat training sudah didapatkan. Lokasinya ada di Malaysia. Didaerah Puchong, Selangor, Malaysia. Nama partner nya Cloudhappen. Bisa diakses langsung dari website resminya di https://www.cloudhappen.com/. Ada beberapa paket training yang bisa dipilih. Tentu dengan benefit yang berbeda untuk masing-masing paket. Saya pilih paket yang paling murah. Untuk hotel dan pulang pergi ke lokasi, biar saja nanti pakai grab. Namun pilihan tersebut ditolak. Pak boss mengharuskan memilih paket yang ketiga. Paket yang paling mahal. Dengan benefit antar jemput, dipesankan hotel bintang 4/5 dan entertain dari pihak penyelenggara. Kali ini saya tidak bisa apa-apa. Menerima keputusan tersebut. Meskipun saya berpikir “Busyet, duit segitu lumayan juga. Mending buat operasional saja pas nanti di Malaysia. Untuk makan, bisa cari di pinggir jalan. Atau di supermarket terdekat”.

Saya selalu khawatir dengan biaya yang lumayan “wah”. Khawatir jadi beban (karena biayanya lumayan) dan saya tidak bisa memberikan feedback terhadap perusahaan. Karena keputusan tersebut langsung dari atasan, saya mengiyakan saja. Tinggal terima beres. Semua sudah diurus oleh Alifa. Asisten pribadi pak boss. Untuk komunikasi nantinya di lokasi, seharusnya tidak terlalu sulit. Karena bahasa Indonesia mirip dengan bahasa Melayu. Atau sebaliknya ya? bahasa MelayuΒ  yang mirip bahasa Indonesia. Yaah, pokoknya tingkat “was-was” nya mungkin sudah berkurang 50% πŸ˜€

Perjalanan dari Indonesia ke Malaysia sudah saya ceritakan pada artikel sebelumnya. Silakan baca disini : Pengalaman Pertama ke Luar Negeri.

Dihari pertama, saya sarapan dihotel. Menu yang ditawarkan beragam. Ada sosis, nasi China, roti, buah-buahan, minuman, telur atau daging. Seperti biasa, saya pilih semua menu berupa lauk. Seperti ayam, daging, sosis dan lebih sedikit mengambil nasi. Tiba disuatu hidangan yang kelihatan lezat sekali. Saya coba lihat tulisannya. Disana tertulis bacon. Tidak berani saya mengambilnya. Akhirnya menu itu saya lewati dan duduk dibangku kosong untuk 2-4 orang. Saya makan lauk-lauk yang sudah diambil sambil memperhatikan sekitar. Hampir semua percakapan para tamu menggunakan bahasa Inggris. Yang datang dari berbagai Negara. Umumnya ASEAN. Saya hanya bisa diam dan mendengarkan saja. Tidak begitu faham apa yang mereka bicarakan πŸ˜€ πŸ˜€ . Mungkin karena logatnya yang terasa aneh ditelinga saya πŸ˜€

Setelah lauk dipiring habis, saya ambil jus dan kembali lagi ke hidangan yang tertulis bacon tadi. Masih penasaran apakah halal atau tidak. Saya coba tegur koki/petugas disana sambil menanyakan “Apakah ini halal?” tanya saya. Sang koki/petugas menjawab “Halal. Semua yang ada disini halal”. Saya pun mengangguk tandanya faham. Lalu pergi dan menyudahi sarapan pagi itu. Saya masih ragu dan khawatir dengan hidangan tersebut. Yang tertulis bacon. Yang sepengetahuan saya bahwa bacon itu ya “ibab”. Saya coba tanya ke group perihal pengalaman tadi. Dan ada yang menjawab bahwa ada beef bacon. Dan itu halal. Syukurlah. Besok saya bisa mencoba hidangan tersebut. Jika masih dihidangkan πŸ˜€

Team dari Cloudhappen kemudian datang menjemput. Saya perkenalkan diri dan berjabat tangan. Namun kelihatannya orang tersebut bingung. Karena photo yang diberikan dan tampilan orangnya berbeda. Ternyata photo yang diberikan adalah photo pak Tommy (orang yang jemput saya di Bandara. Dari Cloudhappen) beserta pak boss Vavai. Sedangkan photo saya tidak ada. Pantesan terlihat bingung πŸ™‚

Sayapun masuk ke mobilnya. Ternyata disana sudah ada istrinya dan seorang anaknya. Sayapun say hello dan memperkenalkan diri. Disepanjang perjalanan, saya ditanya-tanya menggunakan bahasa Inggris. “Mampus dah gua. Gimana jawabnya ini. Secara bahasa inggris saya baru seperdelapannya dari level fluent πŸ˜€ “. Untungnya, pertanyaannya tidak terlalu berat. Hanya menanyakan perihal Excellent, partner dengan Zimbra dan keahlian saya. Meskipun jawaban yang diberikan hampir selalu menyertakan “Euuuu” yang menandakan saya sedang mikir kalimat apa yang harus diucapkan πŸ˜€ . Belum lagi pengucapannya yang harus tepat. Supaya tidak salah arti.

Mobil sudah sampai lokasi training. Tempatnya seperti rukan yang terdiri dari 3-4 lantai. Masing-masing lantai usahanya berbeda-beda. Lantai paling dasar diisi dengan usaha sepeda. Lantai kedua diisi dengan PT lain dan lantai 3 baru diisi oleh Cloudhappen. Luas dan tata letak interior tidak jauh berbeda dengan markas Excellent. Yang memiliki 2 lantai. Dilokasi tersebut, sudah ada trainer. Kemudian tidak lama datang peserta training yang lainnya. Kemudian trainer tanya, “apakah ok penyampaian materinya menggunakan bahasa Inggris?” saya sih okein saja. Karena standardnya memang sudah seperti itu. Jika nanti ada yang tidak faham, saya bisa tanya pakai bahasa Indonesia πŸ˜€

Trainer kemudian menyampaikan materi dalam bahasa Inggris. Apa yang dia katakan, sebenarnya saya mengerti. Kebetulan sudah ada basic Zimbra yang saya ketahui. Jadi tidak terlalu sulit untuk mengikuti teknis dan penjelasannya. Namun jika tiba waktunya “question”, saya pasif untuk bertanya. Lebih banyak dari peserta lain yang bertanya. Tentunya dalam bahasa Inggris. Dengan logat Melayu :D. Saya tulis saja beberapa pertanyaan pada kertas yang sudah disediakan. Yang nantinya akan saya tanyakan. Setelah bahasa Inggrisnya saya tahu πŸ˜€ . Dari sana saya sadar bahwa kemampuan bahasa Inggris cukup penting. Sebagai bahasa internasional. Untuk komunikasi dengan orang-orang dari negara lain.

Dihari terakhir training, baru saya sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah ditulis dalam kertas. Saya sampaikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam bentuk gambar/topologi. Yang dituliskan pada whiteboard. Kemudian saya jelaskan maksudnya. Menggunakan bahasa Inggris dicampur dengan bahasa Indonesia πŸ˜€ . Mungkin komposisinya 30% : 70%. Wkwkwkwk. Trainerpun menjelaskan dengan bahasa campuran. Dia tahu saya tidak terlalu fluent bahasa Inggris. Komposisinya hampir sama 30% bahasa Inggris dan 70% bahasa Melayu πŸ˜€ .

Daftar pertanyaan yang saya siapkan sudah dijawab dan training pun selesai. Saya mendapatkan sertifikat resmi yang menyatakan bahwa saya sudah melakukan training Zimbra pada Zimbra partner. Kemudian dilanjutkan dengan photo-photo dan meluncur ke tempat makan. Semua staff dari Cloudhappen pergi ke tempat makan. All you can eat.

Ngomong-ngomong masalah makan, kegiatan saya setelah training memang langsung diajak ke tempat makan oleh pak Kevin. Ditemani dengan staff yang lain. Pak Kevin adalah orang yang menjemput saya dari hari Senin-Rabu dari hotel ke tempat training. Begitu juga sebaliknya. Diantar kembali ke hotel. Sebagai bagian dari services paket yang diambil. Selain itu, saya juga diajak ke tempat-tempat yang sudah saya rencanakan. Tempat tersebut saya ambil dari list tempat yang akan dikunjungi Fajar. Rekan kerja saya di kantor. Yang sudah duluan ke Malaysia di bulan sebelumnya. Berikut beberapa photonya

Hari pertama : makan di Sunway
Main ke mesjid Putra Jaya
Hari kedua : makan di tempat Thailand food

Hari ketiga : makan ditempat all you can eat

Hari keempat : main ke Batu caves

Dihari keempat, sebenarnya tidak termasuk dalam paket layanan yang diambil. Namun dari Cloudhappen tetap memberikan services. Begitu juga dihari kelima. Saya diantar kembali ke Bandara.

Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur atas apa yang saya dapatkan ketika di Malaysia. Ilmu didapat. Pengetahuan didapat. kultur didapat. Suasana didapat. Pengalaman didapat dan sedikit demi sedikit kekhawatiran mulai berkurang. Semua staff dari Cloudhappen juga ramah dan helpful.

Dan yang tidak kalah penting adalah, akhirnya paspor saya ada stempelnya juga setelah dibuat pada tahun 2017 πŸ˜€

Jika pembaca hendak training resmi langsung dari Zimbra, silakan hubungi Cloudhappen secara langsung. Jangan lupa untuk menginformasikan bahwa info training tersebut didapatkan dari Ahmad Imanudin salah satu staff di PT. Excellent Infotama Kreasindo untuk mendapatkan harga khusus πŸ™‚

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.